GERHANA MATAHARI PARSIAL 15 Januari 2010
Download tulisan ini secara lengkap untuk membantu pengamatan dilapangan. CLIK DI SINI.
Daftar Isi :
- GERHANA MATAHARI PARSIAL
- TITIK MAKSIMUM GERHANA CINCIN
- DETIK-DETIK GERHANA MATAHARI
- KUMPULAN CERITA RAKYAT TENTANG GERHANA
- PERINGATAN ATAU KONSPIRASI???
- ARSIP DARI NASA
Size : File Size: 1.01 MB
==================================================
Oleh : Muhammad Irfan
Indonesia sekali lagi akan disuguskan fenomena Gerhana Matahari Parsial yang sebelumnya diawal tahun 15 Muharrom 1431 H./ 01 Januari 2010 M pukul 02:23 ditampakan Gerhana Bulan Parsial yang sebenarnya tanpa disadari atau tidak, banyak orang tak tahu sebenarnya pada malam pergantian tahun itu terjadi fenomena Gerhana Bulan yang di perkirakan terjadi 19 Tahun sekali, berati pada tahun 2029 akan terjadi lagi Gerhana Bulan Parsial dimalam pergantian tahun sama seperti 01 Januari pecan lalu.
Sepertnya saya tak perlu lagi menjelaskan kenapa bisa terjadi Gerhana atau sebab muabab proses terjadinya Gerhana itu, saya anggap anda sudah fasih akan dasar-dasar terjadinya gerhana.
15 hari setelah gerhana bulan, tepatnya hari Jum’at Pon, 29 Muharrom 1431 H./ 15 Januari 2010 M. mulai pukul 05:14 GMT sampai 09:00 GMT. Insya Alloh akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Pusat tengah gerhana berada di tengah samudera Hindia, Lintang 01° 38′ LU, Bujur 69° 18′ BT. [RHI Indonesia].
Gerhana kali ini adalah gerhana terlama di sepuluh tahun awal Melenium karena Gerhana kali ini berdurasi sekitar 11menit 08detik dan titik maksimum Gerhana terjadi di Samudra Hindia serta sedikit wilayah Indonesia WIB dan WITA, total jalur punmbra kira-kira 333Km.
Gambar di atas menunjukan kronologi dan illustrasi awal terjadinya Gerhana Matahari Parsial dengan magnitude Matahari sekitar -26.78 dilihat dari Bandung Jawabarat 14:44WIB.
Gambar di atas menunjukan kronologi dan illustrasi awal terjadinya Gerhana Matahari Parsial dengan magnitude Matahari sekitar -5.80 dilihat dari Bandung Jawabarat 15:21WIB.
Gambar di atas menunjukan kronologi dan illustrasi awal terjadinya Gerhana Matahari Parsial dengan magnitude Matahari sekitar kembali menjadi -26.78 dilihat dari Bandung Jawabarat 15:21WIB.
TITIK MAKSIMUM GERHANA CINCIN
Sebenarnya Gerhana kali ini adalah Gerhana Cincin tapi berhubung lokasi pengamatan kita barada di Indonesia maka kita hanya berkesempatan menyaksikan Gerhana Parsial/Sebagian. Seperti yang saya sebutkan tadi titik maksimum Gerhana Cicin terjadi di Samudra Hindia, saya akan coba melakukan pengamatan citra Gerhana Cincin dengan bantuan software Astronomi Stellarium v.10
Gambar di atas menunjukan kronologi dan illustrasi awal terjadinya Gerhana Matahari Cincin dengan magnitude Matahari sekitar -26.78 dilihat dari Chongqing. China 14:22 Waktu China.
Gambar di atas menunjukan kronologi dan illustrasi awal terjadinya Gerhana Matahari Cincin dengan magnitude Matahari sekitar -26.78 dilihat dari Chongqing. China 15:52 Waktu China.
Gambar diatas ini menunjukan Averege Clound untuk bulan Januari, bisa dilihat disamping kiri bagan, ketebalan awan dari angka 0% sampai dengan 90% setelah itu bisa dilihat di bagan utama adalah peta dunia dan kepulauan Indonesia terutama di pulau jawa tertutup awan setebal 90% jadi bersiap-siap lah untuk kecewa karena ketebalan awan berpotensi hujan. Yaa mudah-mugahan saja tidak
DETIK-DETIK GERHANA MATAHARI 15 JANUARI 2010
DARI KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA
| NO | NAMA KOTA | JAM | AWAL | AKHIR | LAMA | LEBAR |
| 1 | Banda Aceh | WIB | 13:50 | 16:52 | 3:02 | 57,90% |
| 2 | Medan | WIB | 14:01 | 16:46 | 2:45 | 47,40% |
| 3 | Padang | WIB | 14:06 | 16:32 | 2:26 | 34,00% |
| 4 | Pekan Baru | WIB | 14:10 | 16:35 | 2:25 | 35,20% |
| 5 | Bengkulu | WIB | 14:14 | 16:20 | 2:06 | 24,30% |
| 6 | Jambi | WIB | 14:20 | 16:26 | 2:06 | 26,30% |
| 7 | Tanjung Pinang | WIB | 14:22 | 16:34 | 2:12 | 30,90% |
| 8 | Palembang | WIB | 14:24 | 16:20 | 1:56 | 21,60% |
| 9 | Bandar Lampung | WIB | 14:29 | 16:08 | 1:39 | 15,40% |
| 10 | Pangkal Pinang | WIB | 14:29 | 16:21 | 1:52 | 21,10% |
| 11 | Jakarta | WIB | 14:38 | 16:02 | 1:24 | 11,10% |
| 12 | Serang | WIB | 14:34 | 16:03 | 1:29 | 12,30% |
| 13 | Bandung | WIB | 14:44 | 15:55 | 1:11 | 8,00% |
| 14 | Semarang | WIB | 15:00 | 15:45 | 0:45 | 3,30% |
| 15 | Yogyakarta | WIB | 15:06 | 15:37 | 0:31 | 1,60% |
| 16 | Tuban | WIB | 15:15 | 15:35 | 0:20 | 0,70% |
| 17 | Gresik | WIB | —- | —- | —- | —- |
| 18 | Surabaya | WIB | —- | —- | —- | —- |
| 19 | Pontianak | WIB | 15:40 | 16:25 | 0:45 | 20,40% |
| 20 | Palangkaraya | WIB | 15:01 | 16:07 | 1:06 | 8,10% |
| 21 | Banjarmasin | WITA | 16:08 | 16:58 | 0:50 | 4,50% |
| 22 | Denpasar | WITA | —- | —- | —- | —- |
| 23 | Mataram | WITA | —- | —- | —- | —- |
| 24 | Samarinda | WITA | 16:09 | 17:09 | 1:00 | 7,40% |
| 25 | Makassar | WITA | —- | —- | —- | —- |
| 26 | Palu | WITA | 16:23 | 16:59 | 0:36 | 2,70% |
| 27 | Kendari | WITA | —- | —- | —- | —- |
| 28 | Kupang | WITA | —- | —- | —- | —- |
| 29 | Gorontalo | WITA | 16:31 | 16:58 | 0:27 | 1,70% |
| 30 | Manado | WITA | 16:33 | 17:00 | 0:27 | 1,70% |
(Sumber : RHI Indonesia)
KUMPULAN CERITA RAKYAT TENTANG GERHANA
Sedikit saya akan angkat lagi ingatan anda mengenai cerita rakyat atau yang kita kenal sebagai mitos-mitos yang beredar di masyarakat selama ini, mitos mengenai Gerhana Matahari banyak beredar di angkatan 80han ke atas, entah siapa pencetus mitos tersebut.
Tidak terlacak siapa dan dari mana asal mula mitos tapi ada juga sebuah cerita yang terlacak, dulu sempat dapat halaman Website tapi lupa namanya apa. Kira-kira caritanya tentang mitologi Prabu Kalarahu ada yang inget…?
Sepertinya kalau tidak salah ada yang namanya Prabu Kalarau beliau seorang raja iblis yang menguasai Anatariksa lagi mencari tirta amerta yang konon bermanfaat dapat menghidupkan orang yang telah meninggal dan juga menjadikan hidupnya abadi sepanjang masa. Air suci tersebut hanya dimiliki oleh para Dewa dengan cara bersembunyi dikegelapan malam, raja gandarwa itu menantikan saat-saat lengahnya para Dewa. Hingga pada suatu ketika keinginannya tersebut berhasil terlaksana. Ketika para Dewa sedang lengah, dengan tergesa ia mengambil tirta amerta dan meminumnya lalu baru seteguk dan belum sempat menelannya, Bhatara Candra memergokinya. Kalarahu pun lari tunggang-langgang dan Bhatara Candra mengejarnva hingga akhirnya Kalarahu bersembunyi, tapi tempat persembunyian itu pun diketahui oleh Bhatara Candra yang kemudian melaporkan seluruh kejadian tersebut kepada Bhatara Guru.
Bhatara Guru segera memerintahkan Bhatara Wisnu untuk memburu Kalarahu, dengan bersenjatakan cakra akhirnya Bhatara Wisnu mampu mengalahkan raja iblis itu yang kemudian memenggal kepalanya dan tubuhnya jatuh ke bumi. Potongan tubuh kalarahu selanjutnya menjelma menjadi sebuah lesung penumbuk padi, sedangkan potongan kepalanya yang tetap hidup, melayang-layang di angkasa karena ia telah sempat meminum seteguk air kehidupan (tirta amerta).
Nah. Sejak saat itu, Prabu Kalarahu merasa dendam sama Bhatara Candra. dia yang kini hanya berwujud potongan kepala tanpa badan itu selalu mengintai hendak memangsa Bhatara Candra. Sampai saat ini, sebagian masyarakat pedesaan di Pulau Jawa dan Pulau Bali mempercayai sebuah mitos bahwa bila terjadi gerhana bulan, mereka pun beramai-ramai menabuh lesung kayu dengan pukulan bertalu-talu.
Hal ini berkaitan dengan mitologi tentang Prabu Kalarahu ini, masyarakat berpendapat Prabu Kalarahu akan takut bilamana mendengar bunyi lesung di tabuh.
Para ahli mitologi curiga, tokoh Kalarahu ini ada kaitannya dengan mitologi kuna mesir. Nama Kalarahu berasal dari nama Ra’u, Ra’wi, Ra’dite, yang dalam bahasa Sanskerta berarti Matahari. Sedangkan sebutan Rahu ini besar kemungkinan berasal dari Dewa Ra’- yakni Dewa Matahari pada mitologi Mesir Kuno dan pastinya masih banyak lagi cerita rakyat yang berkaitan dengan Gerhana Matahari maupun bulan, seperti. Dilarang keluar rumah pada saat Gerhana berlangsung serta bagi Ibu Hamil harus mengumpat dikolong tempat tidur dll.
PERINGATAN ATAU KONSPIRASI???
Bagi yang lahir angkatan Tahun 80han, ada yang masih ingat akan kejadian Gerhana Matahari Total atau yang dikenal sebagai GMT. Gerhana Matahari Total 11 Juni 1983 yang sempat melewati kepulauan Indonesia. Pemerintah kala itu menyambut baik fenomena alam yang jarang terjadi ini, tapi sayangnya saya belum lahir pada saat itu. L
Pemerintah dengan semangat memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang tata cara pengamatan dasar GMT sampai-sampai membuat acara resmi di TVRI tentang fenomena alam tersebut, karena perintah beranggapan para ahli dunia akan berkunjung ke Indonesia untuk memburu Citra GMT ini dan itu tentunya menjadi pemasukan besar bagi pariwisata Indonesia.
Tapi entah mengapa se-jam sebelum GMT pemerintah dengan galaknya mengeluarkan Instruksi resmi pemerintah antara lain :
(1) melihat gerhana sangat berbahaya;
(2) tidak boleh keluar rumah;
(3) harus menutup pintu dan jendela;
(4) meniadakan segala kegiatan (sekolah libur, di kantor-kantor tidak boleh ada layanan publik);
(5) tidak boleh berkeliaran di halaman;
(6) toko harus tutup;
(7) kalau terpaksa keluar, harus pakai payung; plus
(8) ada juklak untuk penjaga keamanan di kampung/hansip, bahwa mereka harus berlindung di gardu saat gerhana.
Seperti tercatat di majalah Tempo edisi Juni 1983 “bahwa di mana-mana, para Bupati dan Walikota memerintahkan masyarakat mengurung diri, bahkan kalau perlu bersembunyi di kolong ranjang”
Ditambah ada rumor pada saat GMT bakal muncul Bencana Lokal melanda Indonesia karena Cuma Indonesia yang di lewati GMT, rumor itu di edarkan lantaran Indonesia sudah tidak mempan dengan mitos Prabu Kalarau yang saya ceritakan tadi di atas, maka dikeluarkan lah mitos “Bila Melihat Gerhana Bisa Buta”.
Memang secara empiris mata bisa buta bila melihat Gerhana, tapi inikan GMT..? Matahari tertutup secara TOTAL hanya saja bila melihat piringan Matahari atau Parsialnya, baru diwaspadai untuk tidak secara langsung melihat Gerhana Matahari.
Saya coba kutib sedikit dari majalah ilmiah Discover “…adalah sebuah ironi dan sungguh merupakan sebuah hal yang menyedihkan. Di saat komunitas ilmuwan internasional berbondong-bondong datang ke Indonesia–terutama ke Tanjung Kodok, Tuban–dan membawa berbagai peralatan untuk menyaksikan proses gerhana tersebut, maka Pemerintah Indonesia menyuruh rakyatnya untuk menjauh dan bersembunyi di kolong tempat tidur….”
Usut punya usut ini semua hanyalah permainan Pemerintah saat itu, pemerintah hanya ingin melihat sepatuh apa rakyat nya bila dikeluarkan intruksi seperti di atas dan bisa dibayang seperti apa kesunyian di Indonesia pada 11 Juni 1983 itu..?
Betapa Killer-nya pemerintah Indonesia kala itu mempermainkan rakyat yang tidak tahu apa-apa ini, seharusnya pemerintah lebih kopratif untuk menjadikan rakyat tahu dan pintar akan fenomena alamnya, tapi..???
Saran Penutup.
Dilarang melihat Gerhana Parsial secara telanjang, gunakan filter standar pengamatan untuk teleskop, seperti : visual white light, hidrogen alfa, dan kalsium II. Kalau diperlukan menggunakan, coleostat, yaitu alat yang menghasilkan citra dan matahari secara analog. Menggunakan tehnik jarum suntik seperti gambar dibahah ini.
Boleh juga menggunakan Film Negatif Terbakar yang dilapisi berkali-kali atau CD yang di amplas bagian putihnya hasilnya akan seperti dibawah ini.
Sumber : Kompas, Wikipedia, Orang ke 3 ku Blog
Salam Irfan.
Selamat Melihat Kekuasaan Ilahi.















Informasi yg menarik dan penting…sangat bermanfaat…jadi tau gambaran detail gerhana matahari 15 januari 2010….thanks bro! Maju terus UFONESIA
Riswana
15 Januari 2010 pada 1:52 AM
kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
sugeng
16 Januari 2010 pada 1:39 AM
thanks….
pakarfisika
16 Januari 2010 pada 6:16 AM
Wow… terimakasih banyak untuk info-nya… Bisa menambah keimanan kepada Allah SWT. Insya Allah…
respatisuryo
19 Januari 2010 pada 1:03 AM
Kereen
Wenny
19 Januari 2010 pada 4:48 AM
thanks buat infonya
astrosmansaka
3 Februari 2010 pada 7:35 AM
[...] Gerhana Matahari 2010 [...]
UFONESIA INDONESIA | Malam Ini! Gerhana Bulan Total
15 Juni 2011 pada 11:16 AM