NAPAK HILAL BANDUNG

Mencari Jejak-Jejak Hilal

Penentuan Hilal

leave a comment »

Dalam Islam, umur bulan ada dua, ada yang 29 hari, dan ada yang 30 hari; itu semua yang namanya hitungan Qomariah yang sama untuk seluruh dunia. Di dunia Islam, kalau kita mengikuti Rasulullah SAW, Rasul tidak pernah mengawali bulan kecuali beliau telah melihat rembulan.

Hilal didefinisikan sebagai bagian dari muka Bulan yang tersinari matahari beberapa saat setelah matahari terbenam dab berbentuk sabit jika dilihat dari muka bumi. Untuk bisa diamati (dirukyat) Hilal (sabit) harus memenuhi parameter-paramater geometri tertentu seperti: tinggi bulan > 2 derajat, luas hilal > 1.5%, separasi dengan matahari >10 derajat dan umur hilal sejak ijtima’ >7 jam. Jika parameter-parameter tersebut tidak dipenuhi, maka walau Bulan tiba diatas ufuk tetapi cahaya sabitnya belum tampak, maka Bulan masih kelihatan sebagai pringan gelap, sehingga Hilalnya akan tidak bisa diru’yat.

Di Indonesia, saat ini ada dua aliran di dalam perhitungan awal bulan, yang pertama adalah aliran yang mengikuti perhitungan yang biasa disebut dengan aliran hisab; sedang aliran yang kedua adalah aliran hisab rukyat yaitu aliran yang bukan hanya menurut perhitungan saja tetapi juga perlu pembuktian yang disebut dengan rukyat. Departemen Agama menggunakan hisab rukyat di dalam penentuan awal bulan Islam.

Sidang Itsbat

Untuk penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawal, Departemen Agama menyelenggarkan sidang Itsbat yang merupakan sidang terbuka pada tanggal 29 Syaban atau Ramadhan. Jika pada tanggal 29 sudah terlihat hilal berarti besoknya merupakan bulan baru (bulan Ramadhan atau Syawal); jika hilal tidak terlihat maka tanggal dibulatkan menjadi 30.

Pada sidang Itsbat, semua organisasi Islam dikumpulkan; sebelum sidang dilaksanakan, ahli hilal di sejumlah wilayah Indonesia melakukan pengamatan(memantau dan melihat) hilal untuk dapat memberikan masukkan pada Departemen Agama. Jika satu diantara sejumlah wilayah ada yang sudah melihat hilal, maka pemerintah akan memutuskan melalui sidang itsbat yang merupakan hasil keputusan bersama.

Sidang Itsbat mengambil keputusan berdasarkan teori dan kenyataan; teorinya melalui hisab, sedang kenyataannya lewat rukyat.

Pengamatan Langsung Hilal 

Untuk memberikan informasi hilal secara lebih luas dan terbuka kepada masyarakat, Departemen Komunikasi dan Informatika dan Departemen Agama bekerja sama dengan Observatorium Bosscha – FMIPA, Institut Teknologi Bandung, dan PT Telkom Indonesia, PT Telkomsel, menyediakan layanan tayangan langsung hilal 1 Syawal 1428 H melalui web http://www.as.itb.ac.id/hilal/  dan http://plasa2.plasa.com/hilal pada hari Kamis 11 Oktober dan Jum’at 12 Oktober mendatang mulai pukul 16.30 WIB. Melalui tayangan langsung ini diharapkan agar masyarakat luas berkesempatan untuk dapat ikut menyaksikan hilal 1 Syawal 1428 H dan memahami fenomena alam yang terkait.

(sumber: wawancara Direktur Ur. Agama Islam dan Pembinaan Syariah-Dep. Agama dng Koran Tempo)

Depkominfo

Written by ufonesia

29 Juni 2009 pada 6:30 PM

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: