NAPAK HILAL BANDUNG

Mencari Jejak-Jejak Hilal

70 Persen Masjid di Bengkulu Salah Kiblat

with one comment

70 Persen Masjid di Bengkulu Salah Kiblat
Sabtu, 18 Juli 2009 18:08

Bengkulu, NU Online
Sekitar 70 persen arah kiblat masjid di Provinsi Bengkulu tidak tepat atau
salah kiblat, padahal umat Islam shalat harus menghadap ke arah kiblat
(Ka’bah).

“Kami sudah survei tentang titik koordinat dan arah kiblat di 117 kecamatan
se-Provinsi Bengkulu, ternyata sebagian besar masjid salah kiblat,” kata
Kasi kemitraan umat Islam dan hisab rukyat bidurais Kanwil Depag Provinsi
Bengkulu, Herman Yatim, di Bengkulu, Jumat.

Kanwil Depag yang mulai menangani penentuan arah kiblat ini sejak empat
tahun lalu, terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana
menentukan arah kiblat. Menurut Herman, dinamika dan urgensi penentuan arah
kiblat menjadikan hal yang sangat rumit dan memerlukan ketelitian dalam
menghitung dan menetapkan arah yang sesungguhnya.

Beberapa ketentuan ibadah shalat dalam Islam tidak hanya dikaitkan dengan
tata cara pelaksanaan akan tetapi dikaitkan pula dengan waktu, tempat, dan
arah kiblat. Keabsahan ibadah shalat menurut syariat Islam tergantung pada
ketepatan waktu dan arah.

“Salah satu syarat terkait dengan shalat fardhu harus tepat waktu yang telah
ditentukan dan juga menghadap kiblat yang telah ditentukan,” katanya.

Kenyataan yang ada tidak sedikit arah kiblat masjid-masjid yang tidak tepat.
“Secara jujur pelaksanaan pembinaan belum sepenuhnya terealisasi secara
merata di tengah masyarakat,” katanya.

Selama ini yang berwenang dalam menangani hisab dan rukyat termasuk dalam
penentuan arah kiblat dilakukan oleh peradilan agama sebagai leading sektor.
Akan tetapi dengan keluarnya UU nomor 4 tahun 2004 tentang kekuasaan
kehakiman, maka secara otomatis peradilan agama menginduk ke Mahkamah Agung
RI.

Sedangkan salah satu tugas penanganan hisab dan rukyat tetap menjadi
tanggung jawab Depag, sehingga peradilan agama tidak lagi di bawah Depag.
Depag menempatkan hisab dan rukyat termasuk penentuan arah kiblat secara
berjenjang sampai ke kecamatan.

Pada tingkat pusat di bawahi langsung oleh Ditjen Bimas Islam (Direktur
urais dan subdit hisab rukyat). Pada tingkat Kanwil oleh bidang urais di
seksi kemitraan umat Islam, dan tingkat Kandepag kabupaten/kota pada seksi
urais dan pada tingkat kecamatan di KUA. (ant/mad)

Written by ufonesia

22 Juli 2009 pada 8:16 AM

Ditulis dalam Artikel Terkait

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. belajar banyak

    Odoresone

    26 Januari 2011 at 4:57 AM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: